Selasa, 14 Februari 2012

MANISNYA PERSAHABATAN

Hari itu kami bersama teman-teman dirumah sedang belajar bersama, meskipun ujian sudah berlalu, tapi kami tetap belajar Karena mengingat dulu, kalau kami tidak begitu maka persahabatan kami bakanlah renggang. Kami belajar sambil bercerita dan bercanda tawa, tiba-tiba aku bertanya kepada mereka.”hei Nis kamu pergi tidak waktu piknik nanti ,,,, ????
“emangnya ada piknik tahun ini ya setau gue gak dad eh, jawab lena.
“tapi kata kepala sekolah, kalau gak ada halangan apa-apa ada si,,,,!!!
“aku gak tau lah” jawab rahma yang sok cuek.
Hei sri kami mau pulang dulu ya, besok aja kita jumpa di sekolah, kata si nisa, yang berpamitan pulang, ya sudahlah Makasih ya sobatku. Hari esoknya aku pergi kesekolah Cuma untuk berkumpul sama kawan-kawan di sekolah aku bercanda tawa sama sahabatku. Teman- teman Beberapa waktu waktu selang aku melihat ibu guru yang menuju ke kelas kami. Hei ibu guru cepat-cepat duduk dan jangan ribut. Kata aku, ibu guru pun member salam” Assalamualaikum”, kami jawab dengan serentak dan bersemagat” Waalaikum Salam WR.WB”. Anak-anak tangal 25 kita piknik ke krueng simpo ya, jadi kita kumpul jam 8.00 pukul 8.30 kita langsung berangkat. Tiba-tiba suara bersorak-sorak, dari kelas kami, kita jadi piknik eli………!!! Kata awi.
“Anak-anak ada pertanyaan lagi?? Tanya bu guru, kalau tidak ibu pamit dulu ya,”Assalamualaikum” Waalaikum salam Wr,WB”.
Dengar persaan yang senang aku pulang kerumah, aku ingin sekali pergi sama kawan-kawanku. Tapia pa aku diizinkan sama ibu ya. (dalam pikiran ku), aku buru-buru pulang kerumah. Sampai dirumah aku lihat ibu di dalam,”Assalamualaikum”,”Waalaikum salam”, terus aku cium tangan ibu,“bu aku mau pergi piknik sama orang disekolah. Boleh bu?” Tanya ku. Kalau sama orang sekolah, boleh. Kapan kalian pergi emangnya?”nanya ibu.”tanggal 25 ini bu”. Hatiku mulai gembira, tapi terasa tidak lengkap karena tidak ada ayahku, Aku tidak bisa minta izin sama ayah, samapi malam aku memikirkan ayahku samapai meneteskan air mata, karena aku tidak merasa lagi bagaimana kasih seorang ayah. Sampai-sampai aku lupa tidur, dan tidak sadar aku ketiduran di tempat tidur dan sampai-sampai ku terlambat ke sekolah. Pas aku bangun aku berharap ada ayahku didepanku untuk meminta izin pergi bersama teman-teman tapi aku Cuma berhayal untuk hal itu.
Hari untuk pergi piknik pun tiba aku tidak dapat minta izin sama ayah ku juga. Pas berangkat aku duduk bersama rahma teman ku yang sok cuek itu, dalam perjalanan aku merasa senang, campur kecewa di dalam bus aku Cuma duduk tanpa berkata apa-apa,
“hai sri kenapa sih kamu begitu banget?” Tanya rahma,
“tidak apa-apa”, jawab ku.
Tanpa terasa kami sampai juga ke krueng simpoe. Kami tutun dari bus sama-sama dan langsung ke tempat tujuan. Aku melihat pemandangan disana sangat indah bebatuan air yang mengalir, airnya pun sangat jernih, tapi aku tidak merasa sempurna karena orang yang aku sayang tidak ada di sampingku.
Teman-teman ku yang berencana untuk mengejutkan aku yang duduk termenung sendirian, tapi sayang aku sudah tau duluan. Aku kasih semangat sama kawan-kawanku. Kata mereka aku harus berdo’a sambil berusaha. Aku selalu mengigat pesan mereka sampai sekarang. Akhirnya aku mulai menikati indahnya suasana di sana. Di sana aku banyak sekali mendapatkan pengalaman. Yang tidak cukup waktu untuk menceritakannya. Dan juga waktu pulang aku mulai bercanda dengan temanku dan dewa guru semuanya. Dan menikmati perjalanan yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar